Kurangnya Percaya Diri Untuk Mencoba Hal Baru


Nama Lengkap : St. Nur Syafira

Kelompok : 04 Axon

Saya pernah mengalami kurangnya percaya diri ketika ingin mencoba hal-hal baru. Saya merasa ragu, takut salah, dan takut hasilnya tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Ujung-ujungnya saya jadi overthinking dan bahkan tidak melakukan apa-apa, saya tidak berkembang dan keberanian saya terhambat karena ketakutan akan kegagalan itu sendiri lebih besar. Ketakutan itu perlahan tumbuh menjadi rasa cemas yang berlebihan, membuat saya banyak berpikir secara berulang-ulang. Perasaan ini sering muncul saat saya dihadapkan pada sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya

Akibat terlalu banyak memikirkan risiko dan kemungkinan buruk, saya seringkali berakhir tidak melakukan apa-apa. Padahal dalam hati, saya ingin maju dan berkembang. Situasi ini membuat saya tertinggal, tidak berkembang, dan kehilangan banyak kesempatan yang seharusnya bisa membawa saya menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika melihat orang lain lebih berani dari saya, saya sering bertanya dalam hati, “Kenapa mereka bisa? Mengapa saya tidak?” Pikiran tersebut terkadang menambah tekanan batin bagi saya sendiri, seolah-olah saya tidak cukup mampu untuk bersaing dengan yang lain.

Dari pengalaman tersebut, saya mulai menyadari bahwa akar permasalahannya bukan pada ketidakmampuan saya, melainkan pada cara berpikir saya. Saya memahami bahwa rasa kurang percaya diri datang dari pola pikir negatif yang saya bangun sendiri. Karena itu, saya mencoba untuk mengidentifikasi penyebab utamanya agar saya bisa mencari jalan keluar dan memperbaiki keadaan tersebut.

Harapannya dengan adanya solusi, saya mampu melangkah lebih jauh, lebih berani menerima tantangan, dan tidak lagi membiarkan rasa takut menghambat perkembangan diri saya. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan dan ingin menjadikan hidup sebagai ruang belajar, bukan ruang menghindar. Saya percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, termasuk saya.

Identifikasi Masalah

1. Takut gagal dan tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri, sehingga inilah yang membuat saya menunda untuk memulai. Rasa takut ini tumbuh karena saya selalu fokus pada kemungkinan buruk, bukan pada peluang berhasil.

2. Kurang pengalaman dalam hal baru, membuat saya merasa kurang siap dan tidak yakin bisa melakukannya. Padahal pengalaman hanya bisa datang jika saya berani memulai.

3. Sering membandingkan diri dengan orang lain, karena selalu overthinking sehingga saya merasa kemampuan saya kalah jauh dari lainnya. Saya melihat kemampuan orang lain tampak lebih baik dan sempurna dibandingkan saya, sehingga rasa percaya diri saya semakin hilang.

Namun meski begitu, saya punya 3 cara untuk mengatasi masalah tersebut :

1. Saya harus memulai langkah kecil, mencoba sedikit demi sedikit tanpa harus berpikir untuk bisa langsung sempurna. Dengan memulai dari hal yang mudah dan ringan, saya ingin membangun keberanian secara bertahap sampai akhirnya saya terbiasa dengan hal baru tersebut.

2. Saya akan mengatakan pada diri saya sendiri bahwa saya mampu dan berhak untuk mencoba. Saya akan menanamkan kalimat positif dalam diri saya agar pikiran negatif tidak mengambil alih. Saya ingin belajar meyakinkan diri bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari perjalanan untuk menjadi lebih baik.

3. Saya akan menganggap kegagalan sebagai proses belajar, bukan sesuatu yang memalukan. Belajar dari pengalaman dan tidak takut gagal. Saya ingin belajar dari setiap kesalahan dan memperbaikinya, sehingga lambat laun saya dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih berani dan percaya diri.

Ke depannya, saya ingin lebih terbuka dengan hal baru, tidak hanya menunggu rasa percaya diri muncul, tetapi menciptakannya melalui tindakan nyata. Saya sadar bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, namun tetap melangkah meski rasa takut itu ada. Saya ingin terus belajar, memperbaiki diri, dan menunjukkan bahwa saya mampu melewati batas yang sebelumnya saya buat sendiri. Jika saya terus berproses, maka suatu hari nanti saya akan melihat versi diri saya yang jauh lebih berkembang dibandingkan hari ini. Saya percaya, perubahan kecil yang konsisten akan membawa saya menuju hasil besar. Tidak masalah jika langkah pertama saya kecil, yang penting saya tetap bergerak. Selama saya tetap mencoba, saya selalu punya peluang untuk berhasil. Dan jika saya gagal, saya tahu saya masih memiliki ruang untuk bangkit dan memulai lagi. Itulah kekuatan terbesar dalam belajar bukan pada kecepatan, tetapi pada keberanian untuk terus melanjutkan.

Dengan kesadaran ini, saya ingin memulai menjalani hidup lebih percaya diri, lebih berani mengambil keputusan, dan tidak lagi terjebak dalam ketakutan sendiri. Saya ingin membuktikan, bahwa saya mampu mencapai lebih dari yang pernah saya bayangkan. Karena pada akhirnya, tidak ada yang lebih memuaskan daripada melihat diri sendiri tumbuh dan berproses dengan perjuangan diri sendiri.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Tiga Alumni FEBTD Unusa Wujudkan Mimpi Studi Internasional di Taiwan Dengan Beasiswa

My Portofolio Resume 3 Materi PKKMB UNUSA 1 September